Blogger Bertuah

Thursday, July 9, 2015

Misteri Cara Pembangunan Piramid Terpecahkan

Keajaiban dunia islam – Siapa tidak tau piramid di mesir. Bangunan megah peninggalan bangsa mesir kuno yang menyimpan banyak misteri diluar pemahaman manusia bahkan untuk manusia modern saat ini. Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari peninggalan bangsa kuno tersebut. Coba saja pikir, bagaimana cara membangun bangunan sebesar piramid dengan keterbatasan teknologi saat itu dibanding zaman modern seperti sekarang ini. Batu – batu besar yang digunakan serta cara memindahkannya.
piramid



Pertanyaan umum yang biasa kita dapati adalah bagaimanan bangsa mesir kuno mengangkat batu – batu besar ke puncak piramid. Untuk itu pada postingan kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai keajaiban dunia islam yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Keajaiban terbesar umat islam adalah Al Qur’an. “Lalu hubungannya apa dengan piramid di mesir?”. Subhanalloh, tuhan telah benar – benar menunjukan bahwa Al Qur’an merupakan firmannya yang memberi petunjuk. Pembangunan piramid di mesir sudah dikabarkan dalam kitab umat islam yaitu Al Qur’an.
Sebelum merujuk pada Al Qur’an kita akan membahas terlebih dahulu dari segi ilmiah, karena para skeptis Al Qur’an lebih bisa menerima ini. Sekian lama para saintis dibuat bingung tentang bagaimana sebuah Piramid dibangun. Beragam teoripun dikemukakan mengenai hal ini. Wajar saja, jika dipikir teknologi apa yang mereka gunakan untuk mengangkat batuan – batuan besar yang beratnya ribuan kilogram ke atas piramid. Apakah sudah ada teknologi yang memungkinkan hal tersebut pada waktu itu? Tentu saja belum.
Pada waktu itu belum ada teknologi yang memungkinkan mereka mengangkat batu dengan berat ribuan kilogram sampai puncak piramid. Namun lain halnya jika mereka tidak mengangkatnya melainkan membuatnya. Bagaimana jika mereka tidak mengangkat batu tapi membuatnya saat berada di atas? Namun jika demikian, bagaimana cara membuatnya? Sekarang kita simak hasil penelitian mengenai hal ini.
Harian Amerika Times edisi 1/12/2006 menerbitkan sebuah berita yang mengkonfirmasi bahwa fir’aun menggunakan tanah liat dalam pembangunan piramid di mesir. Dalam kajian tersebut disebutkan bahwa batu yang dignakan dalam pembuatan piramid berasal dari tanah liat yang dipanaskan sehingga membentuk seperti batuan yang keras dan susah dibedakan antara batuan alam dan buatan.
Pada piramid giza yang merupakan piramid terbesar di mesir ditemukan fakta bahwa mereka (bangsa mesir kuno) menggunakan dua jenis batuan yang pertama batuan alam sebagai pondasi dan batuan buatan sebagai pembentuk atas. Penjelasan mengenai batuan buatan ini memang lebih masuk akal melihat fakta bahwa fir’aun adalah seorang yang ahli di bidang kimia. Lihat saja mumi yang bisa bertahan ribuan tahun tanpa membusuk.
Tentu saja batuan buatan ini bukanlah sebuah dugaan belaka karena hal ini juga dibuktikan melalui penelitian oleh para ilmuan. Memang secara kasat mata sangat sulit untuk membedakan mana batuan alam asli dan buatan. Namun apabila diamati melalui mikroskop elektron hasilnya akan berbeda. Seperti yang dilakukan oleh Profesor Davidovits, beliau telah mengambil sampel batu penyusun terbesar piramid dan mengamatinya dengan mikroskop elektron. Hasilnya adalah Profesor Davidovits menegaskan bahwa batu tersebut terbuat dari lumpur. Selama ini, tanpa penggunaan mikroskop elektron, para ahli geologi belum mampu membedakan antara batu alam dengan batu buatan manusia.
Campuran lumpur kapur dan material lauin dengan komposisi yang sudah diatur dipanaskan dengan air garam. Proses ini akan menghasilkan terbentuknya campuran tanah liat yang kemudian dituangkan ke dalam wadah yang sudah disediakan pada dinding Piramid. Banyak pula para peneliti yang menyatakan hal serupa dan meyakini bahwa batuan piramid terbuat dari tanah liat diantaranya adalah Guy Demortier dari Belgia, ada pula beberapa ilmuan prancis.
Pada akhirnya misteri dibalik cara pembangunan Piramid pun terpecahkan oleh para ilmuan dan peneliti setelah bertahun-tahun lamanya melakukan riset yang mendalam. Akan tetapi, fakta bahwa tanah liat sebagai materialpembentuk piramid ternyata sudah terlebih dahulu dikabarkan dalam Al Qur’an 1400 tahun yang lalu.

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ

“Dan berkata Fir’aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia dari orang-orang pendusta.” (QS. Al-Qashash' 28:38)
Seperti yang kita ketahui bahwa Nabi Muhammad S.A.W tidak pernah pergi ke mesir atau bahkan mendengar tentang piramid di mesir. Ayat di atas telah sangat menjelaskan fakta bahwa piramid di mesir menggunakan tanah liat yang dipanaskan sebagai pembentuknya. Semakin jelaslah bahwa Al qur’an adalah keajaiban terbesar yang dimiliki umat islam. Lebih dari itu Al Qur’an adalah bukti nyata kenabian nabi muhammad S.A.W dan petunjuk tanpa keraguan yang diberikan tuhan demi keselamatan umat manusia.Di dalam Al Qur'an terdapat banyak sekali kabar yang diberikan tuhan untuk kita ambil hikmahnya.

No comments:

Post a Comment